Recompilling Kernel Linux

Recompilling Kernel Linux

Satu hal yang dibangga-banggakan pengguna linux adalah bahwa mereka bisa menyusun atau membuat kernel mereka sendiri. Dengan melihat fakta bahwa semua copy linux tersedia dengan source code yang lengkap, pengguna Linux biasanya akan menjawab keluhan seperti “Saya berharap Linux Bisa…” dengan menjawab “Gunakan Source, Luke!” yang berarti anda bisa menjawab pertanyaan anda sendiri atau memecahkan masalah anda sendiri dengan duduk dan mempelajari kode C yang menjadi blueprint Linux. (Ya, saya akan melakukan itu setelah berhasil mempelajari bagaimana membuat blueprint rumah saya). Tetapi untuk beberapa pengguna linux, adalah langkah penting untuk “membuat kernel sendiri”, dan mereka nahkan tidak pernah berpikir untuk menggunakan sebuah kernel yang sudah disiapkan, seperti yang ada di sebuah distribusi Linux.

Kata-kata bahwa, “Anda bukan seorang user linux sejati jika anda belum membuat kernel sendiri” akan berlaku bagi kita yang pengguna Windows. Ada sebuah contoh kasus, misalnya Dulu linux tidak bisa membaca drive NTFS, lalu ada seorang linux sejati yang membuat kernel dan mengcomplienya sehingga Linuxnya bisa membaca drive NTFS (Kalau Kita Sudah Bisa Seperti Itu, Barulah Kita Bisa Disebut LINUX SEJATI).

Alasan Recompile Kernel

Bagi kita orang bar di Linux, pertanyaannya adalah : “Mengapa kita harus peduli?” Jika anda menginstall linux dan linux melakukan semua yang anda inginkan, mengapa anda perlu mengetahui tentang recompiling kernel? Mengapa anda perlu melakukan ini? Mungkin jawaban singkatnya adalah : saat ini mungkin anda tidak perlu melakukannya. Kebanyakan user linux mungkin bisa bekerja dengan sempurna dengan kernel standar yang disediakan.

Jadi mengapa anda perlu perduli? Ada beberapa situasi dimana anda mungkin perlu atau ingin untuk melakukan recompile kernel. Salah satunya adalah anda mungkin ingin mengoptimalkan kernel untuk berjalan secepat mungkin di mesin anda. Hingga terakhir ini banyak distribusi linux yang menggunakan sebuah kernel yang di compile untuk berjalan diatas (percaya atau tidak) prosesor 386. tujuannya adalah bahwa linux akan bekerja pada semua mesin dengan prosesor 386 ke atas. Tetapi jika adna memiliki sebuah prosesor Pentium II dan anda menjalankan sebuah kernel yang 386, anda tidak mendapatkan kinerja yang maximal dari mesin anda.

Mandrake Linux yang pertama keluar, gak lebih hanyalah copy-an dari distribusi linux Redhat (Yang sangat legal menurut GPL) dengan sebuah kernel yang dioptimalkan untuk pentium. Dewasa ini banyak distribusi yang telah memiliki sebuah rutin installasi yang menentukan prosesor yang anda miliki dan memberikan anda kernel yang sesuai, tetapi mungkin anda masih ingin melakukan modifikasi sebagian atau bahkan total. (Bersambung pada edisi selanjutnya).

 

 

 

Penulis : Riza Zaenal Hafizhuddin

rizalinux@gmail.com

Iklan

4 Responses to Recompilling Kernel Linux

  1. Galih Andika says:

    Pertamaxxx!!
    Ya mungkin nanti Saya bisa recompiling kernel (Entah tahun yang akan datang atau tahun yang nanti hadir, hahaha), tapi hal itu nanti aja yang penting maju linux maju open source,

    Salam linuxer ya Gan

    • rizazaenal says:

      yups… recompille…..yang penting Pake Linux Dulu…. hahahhaa… Salam Saya buat anda dan kawan2x …

  2. muhammad mustofa says:

    anda benar, saya telah merasakannya, untuk distro ‘basi’ saya (opensuse 11.1), karena alasan drier printer jadul saya yang disupport oleh versi ini (library versi diatasnya gak bisa diajak kompromi tuk dipasangi driver jadul 🙂 ) maka saya putuskan tuk gunakan distro basi saya dengan compile kernel baru, alhasil kinerjanya dan layanannya pun memuaskan, hehe, untuk mesin (laptop) baru saya, hannya saja tidak bisa sembarang compiling, salah2 bisa hamsyong 😦

    • rizazaenal says:

      terima kasih pa mus atas kommentnya… sukses buat pa mus….. kalau punya refferenci tentang kernel saya mau dong. saya sedang mempelajari apa2x yang bersangkutan dengan kernel…. hehehehe3x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: